Sunday, February 5, 2012

Goguma Couple

Wahhh Long time no see....
Akhirnya punya kesempatan nulis blog lagi ^_^
I feel great today....
Umm awal taon ni diawali dengan YongSeo-Couple... Walaupun agak telat nontonnya tapi aq nggak nyesal coz bisa menikmati drama reality show mereka... It was really fun.. I love it.
                                            Jung YongHwa (CN Blue) and Seohyun (SNSD)

     Pasangan serasi, mungkin itu yang ada dalam pikiranku saat melihat pertemuan mereka. Oh, I think they should get married after that show... >_< . Well I just have their wedding Pics... If you want to see the shows you may see in here: http://www.wonderfulgeneration.net/2010/10/seohyun-and-yonghwa-we-got-married.html. Let's check this out..

    

Tuesday, October 25, 2011

Life is short

      Tragedi mengawali minggu ini tentang kabar meninggalnya salah satu pembalap team San Carlo Honda Gresini, Marco Simoncelli (Italia), di sirkuit Sepang-Malaysia pada 23 Ocotober 2011. Sebenarnya aku juga nggak nonton langsung di TV. Aku taunya lewat FB perihal kecelakaan Simoncelli. Namun, update berikutnya mengatakan ia telah meninggal dunia.
      Dari info yang tersiar di dunia maya, simoncelli mengalami trauma serius pada bagian kepala, leher dan dada dan hanya mampu bertahan selama 45 menit sebelum akhirnya meninggal pada pukul 16.56, waktu Malaysia.
     Mungkin bisa dikatakan nasib malang, tapi Marco Simoncelli telah melakukan sesuatu yang berarti buat hidupnya dan ia telah mencapai cita-citanya sebagai pembalap. Tidak perlu diragukan kemampuannya dalam mengeendarai motor 500cc. Walaupun banyak yang mengatakan caranya mengendarai motor terlalu ugal-ugalan. Tapi setidaknya dia telah membuktikan bahwa balapan adalah hidup dan matinya even he has other plan for the future life.
       Life is short. Kita mungkin berencana tapi Tuhan yang punya kehendak atas segalanya. Seperti Simoncelli, mungkin hari itu ia berencana untuk bisa masuk ke podium namun Tuhan berkata lain. Yang perlu kita lakukan adalah berbuat yang terbaik yang bisa kita lakukan, hasilnya serahkan pada Tuhan.
        Selamat jalan Marco Simoncelli, always be a good racer even after life. Rest in peace. Amin.

Sunday, October 16, 2011

My real story

          Hahh... Udah tengah bulan Oktober aja sekarang..
       Berarti sudah dua setengah bulan aku bergelut dengan teriakan kencang yang menggeserkan gendang telingaku dan kesabaran yang amat sangat menghadapi malaikat-malaikat kecil. But, I won't to tell about my students for this post. Just let the chlidren with their own world. ^_^
        Awal minggu ini dikejutkan dengan sebuah akun facebook yang tidak pernah kuduga bisa kutemukan juga. Yup, my ex-boyfriend... Hampir 10 tahun yang lalu hubungan kami sudah berakhir. Tapi karena rasa bersalah yangg teramat sangat dengan mutusin dia waktu itu, buat aku selalu dibayangi olehnya, oleh rasa bersalah itu. Bagaimana tidak? sejak keputusan yang kubuat melalui sebuah surat yang menyatakan bahwa aku memtuskan hubungan kami, sejak saat itu kami tidak pernah bicara. 
Beberapa kali cuma dengan sepatah dua patah kata.
       Tidak ada satupun sapaan saat dijadwalkan sebagai teman piket kelas di hari yang sama pada saat SMP kelas 3. Bertemu di gerbang GOR saat kedua sekolah kami bertanding. Dia tersenyum padaku saat itu tapi tentu dengan senyum dan otak polosku membiarkan hal itu terlewatkan. Kesempatan selanjutnya saat aku menemani kakakku menemui temannya yang kuketahui merupakan sekolahnya juga. Tidak berharap untuk bertemu saat di pintu gerbang. Aku melihatnya sedang berjalan pulang dengan teman-temannya sebelum dia melihatku dan dengan spontan aku memanggil namanya. Dia tersenyum dan menghampiriku tapi saat tinggal beberapa langkah di antara kami, aku langsung menyuruhnya pulang. Tanpa kata Ia mengikuti apa yang bilang. Dan ia sempat melempar senyuman sebelum ia berlalu dari pagar tembok sekolahnya.
         Kesempatan ketiga ketika aku hendak ke Perpustakaan daerah tempatku. Kebetulan angkot yang aku naiki melewati sekolahnya. Saat itu aku melihat ia sedang nongkrong dengan teman-temannya di depan gerbang sekolahnya. Entah apa yang merasukiku, aku langsung turun dari angkot dan menghampirinya. Aku memanggilnya dan dia menoleh, kaget mungkin tapi dia tetap memberikan senyum padaku. Baru sebentar bicara dengannya, seorang cewek tiba-tiba datang dan bergelayut manja di lengannya. Aku mundur sejenak, dan seketika itu terdengar suara girang memanggilku. Natasha, teman SMPku dan maniac Harry Potter  dan Detective Conan, seperti diriku. Tanpa basa basi, Natasha memulai obrolan tentang serial Hp yang baru keluar. Dan sekali lagi pandanganku teralihkan. Aku sempat melihatnya berdiri kebingungan di depanku. Tapi aku cuma tersenyum dan berlalu dengan obrolan tentang HP bersama Natasha.
         Sejak itu kami tidak pernah ketemu. Hingga suatu saat sahabatku Vika mengatakan bahwa dia satu fakultas dengan cowok SMPku itu. senangnya bukan main. Sering aku main ke kampusnya untuk berbagai alasan. Cuma untuk satu harapan. Cuma untuk memastikan hubungan kami sudah baik sekarang. Ternyata aku salah. Dia berubah. Tidak ada lagi senyuman ramah setiap kali ia melihatku. Dia berubah dingin padaku. Apa ia benar-benar membenciku?
       Kami berboncengan selama kurang lebih 45 menit. Tapi tidak ada satu katapun yang keluarkan dari mulut kami. Cuma deru motornya yang menemani perjalanan kami saat itu.
         Bukan kenangan yang cukup indah tapi aku masih mengingat semuanya. Setiap detail dari raut wajahnya. Oh God... Please help me. I be come crazy coz think about this, about him all the time. Please God, I love my boy now. I do not want to hurt him because of my past. Please set me free.
         Kejamnya lagi, aku dah ceritain tentang dia pada cowokku. Satu-satunya cowok yang secara pasti aku sebutkan namanya di depan cowokku.

I think stop about him... 
Just set me free, please...
       

Friday, September 30, 2011

Kisah yang tak harus dikenang tapi terlalu jahat untuk dilupakan

Tulisan dengan materi yang cukup berat  menurutku..
Bagaimana tidak, peristiwa yang paling kejam untuk difilmkan pada saat itu..
Entah untuk alasan sejarah atau menghormati para pahlawan yang gugur pada saat itu.

Mari kita kilas balik sejarah yang terjadi 46 tahun yang lalu.. Tepatnya 30 September 1965.
6 Perwira tinggi Angkatan darat menjadi sasaran pembantaian brutal PKI tersebut.
Banyak latar belakang yang membelakangi aksi pembantaian para Pejabat tinggi TNI AD tersebut.
Mulai dari isu perebutan kekuasaan bahkan faktor dari luar negeri yang mempengaruhinya. Entah mana yang benar. Yang jelas, aksi pembantaian tersebut sangatlah tidak manusiawi.
Masih teringat jelas film G 30 SPKI yang sering diputar pada masa pemerintahan Soeharto. 
Bagaimana suara tegas Lettu CZI Pierre Andreas Tendean menyatakan bahwa dialah Jendral Nasution.
Bagaimana Ade Irma Suryani menjadi sasaran tembak karena berusaha menghalangi pintu agar ayahnya, Jendral Nasution bisa melarikan diri.
Dan bagaimana histerisnya Putri D.I Pandjaitan ketika menyentuh darah ayahnya yang ditembak didepan rumah saat berdo'a sesudah menyatakan bersedia ikut dengan anggota PKI.

Sejujurnya dengan adanya film tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa para pejabat tersebut gugur dengan cara terhormat. Bukan harus menunggu eksekusi pengadilan atau menjadi buronan karena menjadi 'tikus' di negerinya. 
Sungguh ironi..
Mungkin jika Indonesia kembali dijajah, aku rasa para pejabat akan melarikan diri keluar negeri seperti yang sering mereka lakukan. Pada akhirnya, rakyat jelata lagi yang harus mengangkat bambu runcing untuk melawan penjajah.
Untuk saat ini, apa yang harus kita lakukan pada para 'tikus' yang duduk di singgasana gedung MPR/DPR?
Mungkin ribuan bambu runcing akan membuat mereka jera..

Untuk para pahlawan yang telah gugur untuk negeri ini. Aku berikan hormat setinggi-tingginya untuk kalian. Beristirahatlah dengan tenang. Dan maafkan kami telah mengacaukan negeri yang telah kalian perjuangkan mati-matian.

Merah Putih... Merdeka!!!!!!

Monday, September 26, 2011

Great time to escape.....

Yeahh... It is great time to escape from my real world...
Waktu yang tepat untuk berkhayal sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam keseharianku....
Membayangkan aku adalah seorang yang 180 derajat berbeda dengan apa yang menjadi diriku pada dunia nyata... Pretending that I am not nice, sweet, friendly or kind person as usual....
This my alter igo... Someone that can you call as your big enemy inside your mind..
Love to think that I am a bad girl...
Bukan seorang yang selalu mengalah untuk kepentingan orang yang tidak pernah menghargai orang lain...
Bukan seorang yang selalu menjadi yang tersakiti pada akhirnya...
Apalagi seorang yang bisa dengan tulus memberikan senyuman ketika orang lain menyakitinya...
Bukan... Bukan seperti itu....
Do not think that I am feel angry while write this blog...
No......
Like I said before... This is my great escape for everything.....
It would be my favour to write here... about what I am thinking now....
And this in my mind....

Pretend as my alter igo characters... ^_^